Bupati Piet Hein Babua Resmi Pimpin HKTI Halut, Fokus Perkuat Ekonomi Petani

Beritadetik.id – Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Halmahera Utara periode 2026–2031.

Piet Hein Babua terpilih dalam Musyawarah Cabang HKTI se-Provinsi Maluku Utara yang dihadiri jajaran pengurus HKTI kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Prosesi pelantikan berlangsung di Hotel Bela, Kota Ternate, Senin (21/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Piet Hein Babua diwakili Ketua Harian HKTI Halmahera Utara, Yudhiahart Noya, S.Si., M.H., dan dilantik oleh Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI.

Bacaan Lainnya

Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, sebagai Ketua Umum DPD HKTI Provinsi Maluku Utara.

Terpilihnya Piet Hein Babua diharapkan dapat memperkuat peran HKTI dalam memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian di Halmahera Utara.

Saat menghadiri Pelantikan Asosiasi Petani Kabupaten Halmahera Utara Periode 2026–2030, Rabu (23/9/2026), Piet menegaskan bahwa kesejahteraan petani akan menjadi salah satu fokus utama kepemimpinannya di HKTI Halmahera Utara.

“Dengan dilantiknya saya sebagai Ketua Umum HKTI Halmahera Utara, maka ke depan kepentingan dan kebutuhan petani akan menjadi prioritas utama. Kami akan segera melakukan rapat koordinasi serta konsolidasi internal di semua tingkatan guna mencanangkan program kerja strategis hingga ke tingkat bawah,” ujar Piet.

Ia mengatakan, HKTI Halmahera Utara juga akan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi para petani untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Menurutnya, komunikasi langsung dengan petani penting agar berbagai permasalahan sektor pertanian dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Piet berharap kepengurusan baru HKTI Halmahera Utara dapat membangun sinergi yang lebih kuat dengan berbagai pihak, sehingga organisasi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat petani di daerah tersebut.(mik).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *