Beritadetik.id – Zunajar Sibua, seorang jurnalis Nuansa Media Grup (NMG) biro Morotai yang juga merupakan utusan Aliansi Jurnalis Morotai (AJM), sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara ketiga pada lomba menulis cerita pendek (cerpen) ajang Morotai Festival (Morofest) 2026. Zunajar berhasil menyisihkan puluhan peserta dari total 82 pendaftar dalam ajang tersebut.
Keikutsertaan Zunajar dalam ajang ini merupakan bentuk dukungan nyata dari AJM untuk menyukseskan perhelatan Morofest 2026 sekaligus merawat tradisi berliterasi di daerah.
Zunajar mengaku sempat tak menyangka antusiasme peserta akan sangat tinggi. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan dunia literasi di Pulau Morotai.

“Awalnya saya pikir partisipasinya kecil, ternyata lumayan banyak juga pesertanya. Hal ini menunjukkan bahwa semangat literasi di Morotai mulai tumbuh dengan baik,” ujar Zunajar, Jumat (30/10/2026).
Meski berlatar belakang sebagai jurnalis, Zunajar menilai lomba cerpen ini memberikan tantangan tersendiri yang unik dan memacu adrenalin. Pasalnya, para peserta dituntut berpikir cepat karena tema baru diumumkan 10 menit sebelum lomba dimulai, ditambah kewajiban menyematkan sejumlah frase dan kalimat acak (random) ke dalam alur cerita dengan durasi pengerjaan selama tiga jam.
“Yang menantang adalah temanya baru diinfokan saat 10 menit lomba dimulai. Kemudian terdapat beberapa frase dan kalimat yang dipilih secara random dan wajib disematkan dalam cerita. Pokoknya menarik dan menantang,” kenangnya.
Lebih lanjut, Zunajar menegaskan bahwa semangat literasi dan budaya menulis di Morotai harus terus digalakkan bersama-sama. Baginya, tingginya budaya literasi di suatu daerah merupakan cerminan dari kemajuan peradaban masyarakatnya.
“Tentu budaya menulis harus kita dukung sama-sama. Sebagaimana kata pepatah, menulis adalah melawan. Melawan kebodohan dan melawan penindasan,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Zunajar berharap agar Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dapat menjadikan lomba menulis cerpen ini sebagai agenda rutin yang digelar secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk terus memupuk potensi generasi muda demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan.
“Harapannya supaya hal seperti ini dilakukan terus-terusan. Karena saya melihat besar sekali potensi dan semangat generasi muda Morotai,” tandasnya. (*)





















































































