Beritadetik.id – Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) serta pemerintah daerah memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) untuk memperluas akses listrik masyarakat di Provinsi Maluku Utara.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah, menyampaikan bahwa kegiatan sinkronisasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Program Lisdes, khususnya dalam aspek penyediaan lahan, dukungan perizinan, serta koordinasi bersama pemerintah daerah agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
“Program Lisdes ini merupakan salah satu upaya PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, khususnya di desa-desa yang belum berlistrik. Melalui pemanfaatan PLTS yang dilengkapi dengan baterai penyimpanan energi, energi matahari yang dihasilkan pada siang hari dapat disimpan dan dimanfaatkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan,” ujar Dony.
Kegiatan Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dan Permintaan Persetujuan Daerah serta Fasilitasi Penyediaan Lahan dan Penyelesaian Perizinan di Maluku Utara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM beserta jajaran, General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara beserta jajaran, serta jajaran pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara yang terdiri dari wakil bupati, sekretaris daerah, dan perangkat daerah terkait.
Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi antara pemerintah pusat, PLN, dan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan pembangunan infrastruktur kelistrikan, mulai dari penyelarasan usulan lokasi, dukungan pemerintah daerah, penyediaan lahan, hingga penyelesaian aspek perizinan.
Program Lisdes di Provinsi Maluku Utara mencakup pembangunan infrastruktur kelistrikan di 44 lokasi, yang terdiri dari 43 lokasi PLTS Komunal serta 1 lokasi PLTS yang terintegrasi dengan jaringan distribusi, dengan sasaran sebanyak 1.287 rumah tangga.
Dony menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan Program Lisdes membutuhkan kesiapan berbagai aspek pendukung sejak tahap awal, terutama terkait lokasi pembangunan dan ketersediaan lahan yang memenuhi prinsip clear and clean.
“Kami melihat antusiasme dan dukungan yang besar dari pemerintah kabupaten dan kota terhadap Program Lisdes ini. Melalui sinergi yang terbangun, kami berharap kebutuhan lahan dapat diselesaikan bersama dengan solusi terbaik, termasuk penyelesaian terhadap tanaman produktif masyarakat yang berada pada lokasi pembangunan,” ujar Dony.
Dalam percepatan pelaksanaan program, PLN juga membutuhkan dukungan koordinasi terkait lokasi yang berada pada kawasan tertentu seperti hutan lindung dan hutan produksi. Sinergi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh proses perizinan dapat berjalan dengan baik.
“Kami memohon dukungan seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah, untuk membantu proses penyediaan lahan, koordinasi kawasan, serta penyelesaian perizinan. Dengan lokasi yang sudah clear and clean, proses pembangunan dapat dilakukan lebih efektif dan manfaat listrik dapat segera dirasakan masyarakat,” tambah Dony.
Melalui kolaborasi antara DJK Kementerian ESDM, PLN, dan pemerintah daerah, Program Lisdes di Maluku Utara diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses energi sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah.
“Listrik bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan berbagai sektor lainnya. PLN berkomitmen terus berkolaborasi untuk menghadirkan energi bagi masyarakat Maluku Utara,” tutup Dony.(adv).
















